Selasa, 28 Oktober 2014

Edit

DEMI MENEPATI JANJI (Opini)

Indonesia adalah suatu bangsa yang sesungguhnya sudah dirintis sejak awal abad ke-20. Dan kebangkitan nasional menjadi salah satu titik penting sebagai langkah awal mencapai kemerdekaan. Sumpah pemuda adalah moment selanjutnya yang dapat menyatukan beragam perbedaan. Hingga akhirnya 17 agustus 1945 menjadi puncak perjuangan indonesia sampai saat ini. Sehingga sudah lebih dari 65 tahun bangsa indonesia menikmati kemerdekaan. Lalu apa arti kemerdekaaan sendiri bagi kita?.
Dalam pembukuan UUD 1945 memiliki sebuah janji yang salah satunya adalah mencerdaskan kehiduapan bangsa. Tidak peduli siapa mereka, apakah orang kaya ataupun orang miskin. Tidak peduli dimana pun dia, di kota, di desa, atau di dalam pondok pesantren. Karena ini adalah sebuah janji yang harus dilunasi untuk setiap anak bangsa indonesia.
Pendidikan dapat dipandang sebagai proses penting untuk memenuhi janji kemerdekaan, namun akan nihil hasilnya jika para pelajarnya sendiri tidak memiliki tekat yang kuat untuk mencerdaskan diri. Bagaimana indonesia akan maju jika mahasiswanya sering bolos kuliah. Padahal kita khususnya mahasiswa INKAFA memiliki tenaga pengajar hebat. Bukan hanya dalam bidang agama, dalam bidang kejuruan pun mereka sangatlah ahli. Sayangnya mahasiswa INKAFA belum menyadari akan hal ini. Sehingga sebagian dari mereka sibuk untuk menyenangkan diri sendiri hanya jika mood mereka baik, mereka akan masuk kuliah. Tak jarang banyak yang bemottokan “seng penting bayar spp”.
Lantas bagaimana dengan pendapat bahwa mahasiswa adalah agent of change? Akankah negri ini berubah menjadi baik, atau malah sebaliknya, berubah menjadi negri yang dipenuhi pemuda-pemuda tanpa kepribadian dan moral. Jika demikian siapa yang patut disalahkan?
Semestinya tidak hanya mahasiswa, dosen pun harus membenahi seluruh sistem yang lama, tidak hadirnya mahasiswa pastilah memiliki sebab, entah external atau internal. Untuk itu menghapus dominasi dosen merupakan langkah penting dalam sebuah pembelajaran. Karena dominasi dosen dalam pembelajaran hanya akan menimbulkan kejenuhan dalam diri mahasiswa dan hal yang perlu diperhatika adalah peningkatan kualitas mahasiswa tidak akan berhasil secara maksimal.
Semua bentuk pembenahan tidak akan terwujud tanpa adanya komitmen bersama. Komitmen inilah yang akan menjaga semangat perubahan untuk mencapai cita-cita bersama menuju bangsa yang lebih baik dmi menepati janji dalam UUD agar terealisasi dngan baik. Sehingga menunjukkan pada masyarakat indonesia bahwa UUD bukan sekedar tulisaan tanpa makna.



By:R.B.A

1 komentar: