Pesantren
merupakan intuisi keagamaan yang tidak lepas dari masyarakat. Terutama
masyarakat pedesaan. Karena lembaga ini berkembang dari dan untuk masyarakat.
Sehingga sampai saat ini pesantren memiliki pengaruh yang cukup kuat pada aspek
kehidupan dikalangan masyarakat.
Pada
awal berdirinya, pengabdian pesantren terhadap masyarakat memiliki bentuk
sangat sederhana dan bisa dibilang sangat alami. Dengan menyediakan wadah bagi
sosialisasi anak-anak dan sebagai tempat bagi remaja yang datang dari berbagai
daerah yang sangat jauh untuk menjalani semacam “Ritual Peralihan” dari fase
remaja ke fase selanjutnya. Dalam hal seperti ini, pesantren tentu terlibat
aktif dalam pengkajian keagamaan dan pola-pola sejenisnya yang sudah pasti
dapat dikembangkan dimasyarakat.
Namun,
persoalan kian menjadi runyam disaat globalisasi menjadi realitas keseharian
yang harus dihadapi umat manusia. Globalisasi merupakan kolonialisme berwajah
baru, dengan menawarkan produk-produk yahudi, penetrasi industri lintas negara,
perluasan pasar uang, penjajahan barang-barang konsumsi dari dunia pertama ke
dunia ketiga. Perjalanan yang dilalui ini telah membuktikan bahwa globalisasi
menjadi ajang pertarungan antara yang kuat dan yang lemah, sehingga pesantren
dengan teologi yang dianut, ditantang untuk menyikapi globalisasi secara bijak.
Pesantren harus mampu mencari solusi jitu yang benar-benar mencerahkan. Karena
pesantren bukanlah musium purba yang hanya dapat menyimpan dan melestarikan
benda-benda kuno dan unik. Juga bukan penjara dimana tindakan dan pikiran
dikontrol habis-habisan.
Pesantren
adalah “Laboratorium” tempat segala jenis dan aliran dikaji dan diuji ulang
dalam pengamatan ini. Kita akan tercabik diantara harapan dan keputus asaan,
semua orang pasti berharap negri kita menjadi negara maju dengan bangsa
berperadapan islam. Tentu dalam mewujutkan suatu harapan, kita dituntut untuk
berperan aktif. Semangat belajar, bekerja, pantang menyerah dalam mengembangkan
potensi yang kita miliki. Demi pesantren dan demi indonesia tercinta. Karena
tindakkan nyata yang kecil itu lebih berguna daripada ide raksasa yang Cuma
berupa renungan.
By:Fardha
0 komentar:
Posting Komentar