Malam itu..... gadis kecilku
menghampiriku ketika tanganku dengan lihai mengetik di keyboard laptop, bahkan
awalnya aku tidaak menyadari bahwa ia ada di sampingku. entah ada apa?. tapi,
mata mungil itu memandangku dengan pandangan yang aku sendiri tidak tahu apa
makna pandangan itu... ia gadisku, putriku... "ayah, aku boleh pinjam uang
ayah tidak?" celoteh gadis kecil itu "buat apa sih nak?, sekarang kan
sudah malam" ucapku.
Namun tanganku tak pernah lepas
darikeyboard laptop. "cuma lima ribu aja yah..." ucapnya dengan
sedkit memelas. sebenarnya aku tidak suka melihatnya merengek seperti itu, atau
lebih tepatnya, aku tidak suka ia menjadi cengeng karena aku tidak suka dengan
gadis yang cengeng. "udahlah besok saja.sekarang ayah sibuk, besok ayah
kasih. sekarang kamu tidur!" tukasku dengan nada seorang ayah yang tidak
mau diganggu. sedikit membentak. dengan wajah cemberut dan mungkin takut dengan
suaraku yang sedikit membentak, gadis kecilku kembali ke kamarnya. menyeret
langkah kakinya yang berat. sebenarnya ia gadis yang penurut,cantik dan lembut.
namun... ada sedikit rasa bersalah dihatiku terhadap gadis kecil itu... mengapa
aku harus membentaknya?, ia hanya meminta uang.mungkun seharusnya aku meminta
maaf padanya,gadisku yang lembut. seharusnya tadi aku tidak membentaknya, aku
mrnyayanginya. aku memutuskan untuk mnyusul kekamarnya.
Jadi itulah yang ku lakukan saat
itu. menghampirinya.... "memangnya uang itu untuk apa?" tanyaku
selembut mungkin "mmm...kata ibu waktu ayah sangat mahal..." ucapmya.
aku masih menunggu apa yang akan ia katakan, karena gadis kecil itu tampak
ragu. lalu... "aku cuma punya sedikit tabungan ayah dan aku yakin tabungan
itu tidak akan cukup untuk membeli waktu ayah. jadi aku minta tambahan pada
ayah untuk membeli waktu ayah...aku ingin bersama ayah...walauoun hanya
sehari..." itulah yang dikatakan gadis itu. dengan menunduk dan sdikut
keraguan. saat itulah aku baru sadar bahwa swlama ini aku hanya sibuk dengan
pekerjaanku.tidak ada lagi waktu untuk keluarga apalagi buah hatiku.... ya
Allah... dan saat itu pula aku tersadar bahwa aku sangat merindukannya...
merindukan gadis kecil yang sebenarnya selama ini ada di sampingku.
0 komentar:
Posting Komentar