Senin, 15 September 2014

Edit

kisah yang mengharuhkan

         
  Malam itu..... gadis kecilku menghampiriku ketika tanganku dengan lihai mengetik di keyboard laptop, bahkan awalnya aku tidaak menyadari bahwa ia ada di sampingku. entah ada apa?. tapi, mata mungil itu memandangku dengan pandangan yang aku sendiri tidak tahu apa makna pandangan itu... ia gadisku, putriku... "ayah, aku boleh pinjam uang ayah tidak?" celoteh gadis kecil itu "buat apa sih nak?, sekarang kan sudah malam" ucapku.
           
            Namun tanganku tak pernah lepas darikeyboard laptop. "cuma lima ribu aja yah..." ucapnya dengan sedkit memelas. sebenarnya aku tidak suka melihatnya merengek seperti itu, atau lebih tepatnya, aku tidak suka ia menjadi cengeng karena aku tidak suka dengan gadis yang cengeng. "udahlah besok saja.sekarang ayah sibuk, besok ayah kasih. sekarang kamu tidur!" tukasku dengan nada seorang ayah yang tidak mau diganggu. sedikit membentak. dengan wajah cemberut dan mungkin takut dengan suaraku yang sedikit membentak, gadis kecilku kembali ke kamarnya. menyeret langkah kakinya yang berat. sebenarnya ia gadis yang penurut,cantik dan lembut. namun... ada sedikit rasa bersalah dihatiku terhadap gadis kecil itu... mengapa aku harus membentaknya?, ia hanya meminta uang.mungkun seharusnya aku meminta maaf padanya,gadisku yang lembut. seharusnya tadi aku tidak membentaknya, aku mrnyayanginya. aku memutuskan untuk mnyusul kekamarnya.

            Jadi itulah yang ku lakukan saat itu. menghampirinya.... "memangnya uang itu untuk apa?" tanyaku selembut mungkin "mmm...kata ibu waktu ayah sangat mahal..." ucapmya. aku masih menunggu apa yang akan ia katakan, karena gadis kecil itu tampak ragu. lalu... "aku cuma punya sedikit tabungan ayah dan aku yakin tabungan itu tidak akan cukup untuk membeli waktu ayah. jadi aku minta tambahan pada ayah untuk membeli waktu ayah...aku ingin bersama ayah...walauoun hanya sehari..." itulah yang dikatakan gadis itu. dengan menunduk dan sdikut keraguan. saat itulah aku baru sadar bahwa swlama ini aku hanya sibuk dengan pekerjaanku.tidak ada lagi waktu untuk keluarga apalagi buah hatiku.... ya Allah... dan saat itu pula aku tersadar bahwa aku sangat merindukannya... merindukan gadis kecil yang sebenarnya selama ini ada di sampingku.

0 komentar:

Posting Komentar